Translate

Kamis, 06 November 2014

Karya Ilmiah latihan 17

Dampak Pornografi bagi Kondisi Psikologis Emosional Manusia
Pengertian Pornografi
     Menurut KBBI,pornografi adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dng lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi, bahan bacaan yg dng sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dl seks.
     Menurut Undang-undang, pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.
     Pornografi didefinisikan oleh Ernst dan Seagle sebagai berikut: “Pornography is any matter odd thing exhibiting or visually representing persons or animals performing the sexual act, whatever normal or abnormal”. Pornografi adalah berbagai bentuk atau sesuatu yang secara visual menghadirkan manusia atau hewan yang melakukan tindakan sexual, baik secara normal ataupun abnormal.

Jenis-Jenis Pornografi dan Pengertiannya
     Berupa film. Film yang menggambarkan hal hal yang tidak senonoh.
     Berupa audio. Mengeluarkan suara-suara yang tidak senonoh.
     Berupa visual. Menampilkan suatu gambar yang melanggar aturan.

Dampak Negatif dan Positif Pornografi
     Tidak sedikit kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan yang awalnya terpengaruh film porno. Umumnya, sang pelaku merupakan pria yang tidak berpendidikan serta memiliki lingkungan yang buruk. Oleh sebab itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemeninfo) telah memblokir ratusan situs porno serta melarang beredarnya film tersebut. (yulistara, 2013)
     Dampak negatif pornografi  adalah (a) Memberikan pengetahuan yang tidak benar, (b) Mempengaruhi pikiran dibawah umur, (c) Berujung pemerkosaan,dan (d) seks menyimpang.
     Dampak positif pornografi adalah meningkatkan gairah yang turun dan merupakan suatu hiburan.

Cara Menghindari Pornografi
      “Pornografi merupakan suatu media atau wadah yang menyediakan suatu komponen yang berbau porno. Pornografi yang banyak di Indonesia saat sekarang ini bermacam-macam bentuknya, mulai dari film, majalah, dan media-media lainya” (oddang, 2013).
          Sadar Bahwa Hal Pornografi Adalah Dosa
     Semua agama melarang pornografi. Karena hal tersebut merupakan hal yang hina. Kesadaran ini timbul dalam hati manusia itu sendiri. Kuat dan teguhnya hati seseorang akan menimbulkan prinsip yang kuat pula
     Tingkatkaan Ketaqwaan
     Iman yang kuat muncul dari ketaqwaan. Apabila iman lemah, maka taqwa juga lemah. Begitu pula sebaliknya

      Pengawasan
     Sebagaimana yang dibahas tadi, pengawasan yang lemah dari orang tua ke anak dapat berakibat fatal. Orang tua membiarkan menggunakan anaknya ponsel genggam sembarangan tanpa adanya pengawasan. Begitu pula internet. Internet ada untung, dan ada pula ruginya. Dari sisi positif, pengetahuan tersedia di dalamnya. Sisi negatifnya, situs-situs dewasa banyak di dalamnya dan dibuka oleh anak-anak di bawah umur. Maka, pengawasaan orang tua kepada anaknya perlu ditingkatkan.

     Pemblokiran Situs
     Salah satu cara ini juga cara yang paling ampuh mencegah pornografi. Tapi, mungkin banyak yang tidak tahu cara menjalankan proses ini. Hanya pihak-pihak tertentu memiliki keahlian seperti ini.

Reference
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2008) Diunduh dari http://kbbi.web.id
Oddang, A. D. S. (2013). Pencegahan pornografi. Diunduh dari http://adsofafa.blogspot.com/2013/04/artikel-pencegahan-pornografi.html
Susanto, H. (2010). Definisi pornografi menurut undang-undang. Diunduh dari http://nasional.news.viva.co.id/news/read/159356-apa-itu-pornografi-
Yulistara, A. (2013). Peerhatikan! Ini dampak negatif dan positif dari film porno. Diunduh dari http://wolipop.detik.com/read/2013/11/22/130559/2420598/227/perhatikan-ini-dampak-negatif-dan-positif-dari-film-porno?u18=1


Kamis, 25 September 2014

Pertemuan 5

SILOGISME
oleh: Dr. Raja Oloan Tumanggor

Silogisme merupakan dimana dari 2 putusan premis yang berbeda menjadi sebuah kesimpulan yang baru. Bila premis benar kesimpulannya benar.

  1. silogisme kategoris :

Arti: silogisme yg premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat).
  • Contoh: M – P  Perbuatan jahat itu haram.
      S – M Menghina itu adalah perbuatan jahat.
      S – P  Maka, menghina itu haram.
    Bila penalaran baik, silogisme memperlihatkan alasan dan dasarnya.
Silogisme kategoris tunggal: mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.
Bentuk-bentuk silogisme kategoris tunggal:
  (1) M adalah S dlm premis mayor dan P dlm permis minor. Aturan: premis minor hrs sbg penegasan, sedang premis mayor bersifat umum.
Mis. M – P Setiap manusia dpt mati (mayor)
   S – M Aristoteles adalah manusia (minor)
  S – P Jadi, Aristoteles dpt mati (simpulan)
(2) M jd P dlm premis mayor dan minor. Aturan: salah satu premis harus negatif. Premis mayor bersifat umum.
  Mis
P – M Lingkaran adalah bentuk bundar (mayor).
S – M Segitiga bukan bentuk bundar (minor)
S – P Segitiga bukan lingkaran (simpulan)
(3) M menjadi S dlm premis mayor dan minor. Aturan: premis minor hrs berupa penegasan  dan simpulannya bersifat partikular.
  Mis
  M-P Mahasiswa itu org dg tugas belajar (Mayor)
  M-S Ada mahasiswa yg org bodoh (minor)
  S-P Jadi, sebagian org bodoh itu org dg tugas belajar (Simpulan)
(4) M adalah P dlm premis mayor dan S dlm premis minor. Aturan: premis minor hrs berupa penegasan, sedangkan  Simpulan bersifat partikular. Mis.
  P – M Influenza itu penyakit (mayor)
  M- S Semua penyakit mengganggu kesehatan (minor)
  S-P  Jadi, sebagian yg mengganggu kesehatan itu influenza (simpulan)

Senin, 22 September 2014

Pertemuan 4

KONFIRMASI
>Etimologi: Confirmation (Inggris)= penegasan, memperkuat.
>Berhubungan dg filsafat ilmu, maka fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari kenyataan/fakta. Sifatnya lebih interpretatif dan memberi makna ttg sesuatu.

>Ada 2 aspek konfirmasi: kuantitatif dan kualitatif

INFERENSI
>Kata inferensi artinya penyimpulan.
>Penyimpulan diartikan sebagai proses membuat kesimpulan (conclusion).
>Dengan demikian, inferensi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan)

ada 3 Model Konstruksi Teori
>Model korespondensi: kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
>Model koherensi: sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu. Mementingkan kesesuaian antara kebenaran obyektif –rasional universal dan kebenaran moral/ nilai. Model ini digunakan dalam pendekatan fenomenologis.
>Model paradigmatis: Konsep kebenaran ditata menurut pola  hubungan yang beragam, menyederhanakan yang kompleks. 

Pertemuan 3

EPISTEMOLOGI
oleh : Carolus Suharyanto

Epistemologi, (dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan. Topik ini termasuk salah satu yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam bidang filsafat, misalnya tentang apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, macamnya, serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan.

a. Empirisme
Empirisme adalah suatu cara/metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman. John Locke, bapak empirisme Britania, mengatakan bahwa pada waktu manusia di lahirkan akalnya merupakan jenis catatan yang kosong (tabula rasa),dan di dalam buku catatan itulah dicatat pengalaman-pengalaman inderawi. Menurut Locke, seluruh sisa pengetahuan kita diperoleh dengan jalan menggunakan serta memperbandingkan ide-ide yang diperoleh dari penginderaan serta refleksi yang pertama-pertama dan sederhana tersebut.
Ia memandang akal sebagai sejenis tempat penampungan,yang secara pasif menerima hasil-hasil penginderaan tersebut. Ini berarti semua pengetahuan kita betapapun rumitnya dapat dilacak kembali sampai kepada pengalaman-pengalaman inderawi yang pertama-tama, yang dapat diibaratkan sebagai atom-atom yang menyusun objek-objek material. Apa yang tidak dapat atau tidak perlu di lacak kembali secara demikian itu bukanlah pengetahuan, atau setidak-tidaknya bukanlah pengetahuan mengenai hal-hal yang factual.

b. Rasionalisme
Rasionalisme berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Bukan karena rasionalisme mengingkari nilai pengalaman, melainkan pengalaman paling-paling dipandang sebagai sejenis perangsang bagi pikiran. Para penganut rasionalisme yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak di dalam ide kita, dan bukannya di dalam diri barang sesuatu. Jika kebenaran mengandung makna mempunyai ide yang sesuai dengan atau menunjuk kepada kenyataan, maka kebenaran hanya dapat ada di dalam pikiran kita dan hanya dapat diperoleh dengan akal budi saja.

c. Fenomenalisme
>Bapak Fenomenalisme adalah Immanuel Kant. Kant membuat uraian tentang pengalaman.
Barang sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinya sendiri merangsang alat inderawi kita dan
diterima oleh akal kita dalam bentuk-bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan
jalan penalaran. Karena itu kita tidak pernah mempunyai pengetahuan tentang barang sesuatu
seperti keadaannya sendiri, melainkan hanya tentang sesuatu seperti yang menampak kepada
kita, artinya, pengetahuan tentang gejala (Phenomenon).
>Bagi Kant para penganut empirisme benar bila berpendapat bahwa semua pengetahuan
didasarkan pada pengalaman-meskipun benar hanya untuk sebagian. Tetapi para penganut
rasionalisme juga benar, karena akal memaksakan bentuk-bentuknya sendiri terhadap barang
sesuatu serta pengalaman.